Pahami Tahapan Perkembangan Anak Anda Dan Segala Kebutuhan Gizinya

Pahami Tahapan Perkembangan Anak Anda Dan Segala Kebutuhan Gizinya
Tahapan perkembangan anak akan berlangsung maksimal bila mendapatkan stimulasi dan asupan gizi yang seimbang sejak lahir. Sudahkah Anda memperhatikannya?

Semua orang tua tentu memperhatikan tumbuh kembang anak secara menyeluruh sejak anak baru lahir. Perkembangan anak memang berbeda satu sama lain. Namun, tahapan perkembangan tersebut tentu menjadi acuan untuk memberikan perhatian sesuai kebutuhan dan usia. Bila anak-anak sedang mengalami hambatan dalam tumbuh kembangnya, tentu saja Anda harus memberikan stimulasi untuk mendukungnya secara maksimal. Itulah sebabnya Anda harus lebih cermat memperhatikan perkembangan anak mulai sekarang.


Tahap Perkembangan Anak

Mari memperkaya pengetahuan tentang tumbuh kembang anak dan segala kebutuhannya melalui tahap perkembangan anak berikut ini.


Perkembangan Fisik

Fisik anak mengalami perkembangan pesat pada tahun-tahun pertama kehidupannya. Perkembangan anak dari segi fisik biasanya ditinjau dari pertambahan berat badan, tinggi badan, otak, motorik kasar, dan motorik halus. Perkembangan fisik berupa berat badan dan tinggi badan sangat dipengaruhi oleh asupan gizi yang diperoleh anak. Selain itu, anak juga butuh stimulasi lainnya seperti waktu tidur yang cukup dan aktivitas fisik agar bisa bertumbuh secara maksimal.

Sementara itu, perkembangan motorik kasar berhubungan dengan kemampuan fisik anak. Misalnya, pada umumnya anak-anak mulai bisa berjalan sejak usia satu tahun. Kemampuan lainnya seperti melompat dan berlari juga tergolong sebagai perkembangan motorik kasar. Sedangkan perkembangan motorik halus berhubungan dengan aktivitas fisik yang melibatkan otot-otot kecil serta koordinasi mata dan tangan atau kaki. Misalnya, kemampuan anak untuk melipat kain, menggunting kertas, menulis, dan mengupas sesuatu.


Perkembangan Kognitif

Berdasarkan Teori Perkembangan Kognitif (cognitive theory) yang dipaparkan Profesor Psikologi Universitas Jenewa Swiss, Jean Piaget, perkembangan kognitif anak dapat dibagi menjadi empat tahap:


● Tahap Sensorimotor (usia 0-24 bulan)

Gerak refleks anak masih terbatas sehingga anak-anak kerap mengekspresikan sesuatu dengan cara menangis atau rewel.


● Tahap Praoperasional (usia 2-7 tahun)

Anak-anak sudah mengalami perkembangan kognitif yang jauh lebih pesat. Sehingga anak bisa mengekspresikan diri dan memberikan rangsang yang tepat sesuai kondisi. Pada tahapan ini, anak membutuhkan bimbingan untuk membentuk kebiasaan baik. Agar kebiasaan tersebut bisa terbawa hingga dewasa.


● Tahap Operasional Konkret (usia 7-11 tahun)

Pada tahap ini, anak sudah mulai bisa berpikir logis dan rasional. Anak-anak akan mulai paham membedakan hal-hal yang baik dan buruk.


● Tahap Operasional Formal (sejak usia 11 tahun)

Perkembangan anak sudah memasuki fase remaja sehingga perkembangan pola pikirnya semakin menyerupai orang dewasa.


Perkembangan Bahasa

Sejak lahir hingga sebelum memasuki usia sekolah, perkembangan bahasa anak sangat dipengaruhi oleh keluarga. Namun, perkembangan bahasa akan semakin pesat ketika anak mulai sekolah. Pada usia tiga tahun, biasanya anak-anak sudah mengenal minimal 300 kata. Jumlah tersebut bisa berkembang hingga 2.500 kata pada usia 5 tahun. Bahkan perbendaharaan kosakata anak-anak yang kecerdasan linguistiknya menonjol bisa lebih banyak lagi.

Perkembangan bahasa anak bisa diasah dengan mengajak anak mengobrol, membaca, dan menulis secara teratur. Anak-anak yang terbiasa berkomunikasi dengan orang lain akan mengalami perkembangan bahasa yang pesat. Sebaliknya, penggunaan gadget pada anak justru harus dibatasi. Sebab penggunaan gadget dengan intensitas berlebihan justru memicu keterlambatan kemampuan bicara dan perkembangan bahasa.


Perkembangan Sosio-Emosional

Perkembangan sosio-emosional bisa didefinisikan sebagai kemampuan anak-anak untuk mengekspresikan emosi dan bersosialisasi dengan orang lain. Misalnya, anak-anak usia batita kerap melempar barang saat marah atau melompat-lompat saat senang. Kebiasaan tersebut terus berkembang seiring dengan bertambahnya usia anak. Sehingga anak-anak bisa berperilaku yang baik ketika mengekspresikan perasaannya. Perkembangan sosio-emosional anak akan berlangsung baik kalau anak-anak diberi pemahaman tentang kebiasaan baik sedini mungkin.


Mencermati Kebutuhan Gizi Anak Untuk Perkembangan Anak

Perkembangan anak tentu tidak lepas dari pengaruh asupan gizi yang diperoleh setiap hari. Anak-anak memiliki kebutuhan gizi harian yang besar untuk mendukung perkembangan fisik dan psikisnya. Jadi, sebaiknya Anda mencermati kebutuhan gizi anak secara telaten. Pastikan bahwa buah hati Anda mendapatkan asupan gizi berikut ini dalam porsi seimbang:


Karbohidrat

Tubuh butuh karbohidrat sebagai bahan bakar yang akan diubah menjadi energi dan cadangan lemak. Anak-anak tidak hanya bisa memperoleh asupan karbohidrat dari nasi. Anda juga bisa menyajikan makanan yang terbuat dari gandum, umbi-umbian, dan oatmeal sebagai sumber energi. Sumber energi yang berasal dari karbohidrat kompleks akan membuat anak merasa kenyang lebih lama dan penuh energi selama beraktivitas.


Protein

Anak-anak membutuhkan protein nabati dan protein hewani dalam jumlah seimbang untuk mendukung tumbuh kembangnya, karena asupan protein sangat penting untuk proses regenerasi sel-sel tubuh serta memaksimalkan pertumbuhan otot. Asupan energi yang berasal dari protein juga lebih mengenyangkan daripada asupan energi dari lemak. Jadi, Anda patut mengolah aneka bahan makanan sumber protein seperti daging sapi, ayam, ikan, dan kacang-kacangan secara kreatif. Supaya Anda selalu berselera ketika menyantapnya.


Lemak

Lemak merupakan salah satu kebutuhan gizi yang tak boleh dihindari. Namun, alangkah lebih baik jika Anda membiasakan anak-anak untuk mengonsumsi lemak sehat. Anak bisa mendapatkan asupan lemak sehat dari berbagai bahan makanan berupa kacang-kacangan, ikan, dan buah avokad. Kini, asupan lemak sehat juga bisa diperoleh dari margarin Blue Band. Memasak hidangan utama atau membuat aneka camilan dengan margarin Blue Band adalah cara terbaik untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi buah hati Anda.

Selain mengandung lemak nabati, margarin Blue Band juga diperkaya dengan vitamin A, B1, B2, D, E serta satu-satunya margarin yang mengandung omega 3 dan 6 yang terbuat dari Canola Oil yang penting bagi si kecil. Penggunaan margarin Blue Band dalam aneka masakan, kue, dan camilan akan membuat cita rasanya jadi lebih lezat dan menggiurkan. Buah hati Anda pun tidak akan lagi tergoda membeli jajanan kalau Anda selalu menyiapkan makanan istimewa di rumah.


Vitamin Dan Mineral

Jangan lupa bahwa asupan vitamin dan mineral juga penting untuk mendukung perkembangan anak. Vitamin dan mineral bisa diperoleh dari berbagai variasi bahan makanan, seperti sayuran, buah-buahan, susu, kacang-kacangan, dan produk turunan lainnya. Kalau Anda membuat kreasi makanan dengan bahan yang berbeda-beda, niscaya kebutuhan gizi anak akan terpenuhi secara maksimal. Asupan vitamin dan mineral juga akan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak. Sehingga anak-anak tidak gampang sakit meski aktivitasnya padat, ada wabah penyakit, atau sedang terjadi perubahan cuaca.


Serat

Kebutuhan serat bagi anak kerap terlupakan. Padahal, asupan serat berperan penting untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan anak. Tidak hanya membuat anak-anak merasa kenyang lebih lama, asupan serat juga akan membantu memperlancar proses Buang Air Besar (BAB). Anak-anak pun akan terhindar dari risiko konstipasi (sembelit) dan gangguan pencernaan kronis lainnya. Asupan serat bisa diperoleh dari konsumsi sayuran dan buah-buahan secara teratur.

Terakhir, jangan lupa bahwa asupan air juga penting bagi keseimbangan metabolisme tubuh anak. Kalau buah hati Anda mendapatkan perhatian penuh dan asupan gizi seimbang setiap saat, tahapan perkembangannya pasti berlangsung pesat. Perkembangan anak yang berlangsung maksimal akan membuat anak-anak senantiasa semangat beraktivitas dan berprestasi.


Sumber:
klikdokter.com/info-sehat/read/3431403/panduan-untuk-penuhi-kebutuhan-gizi-anak-yang-aktif
dictio.id/t/bagaimana-tahapan-pertumbuhan-dan-perkembangan-anak/13151/2
dik.my.id/tahap-perkembangan-anak/
kumparan.com/@kumparanmom/tahapan-perkembangan-anak-yang-perlu-anda-tahu

Diakses pada: 6 Juli 2018

Tips Tumbuh Kembang Lainnya

Kue Lebaran Lebih Sehat dengan Buah

Kue Lebaran Lebih Sehat dengan Buah

Kreasi resep kue kering lebaran juga cocok dipadukan dengan kue lho. Supaya Ibu bisa mengkreasikan resep Blue Band Cake and Cookie dengan buah-buahan, sebaiknya Ibu menyimak beberapa tips berikut ini.
Agar Kue Sus Buatan Ibu Lebih Lezat

Agar Kue Sus Buatan Ibu Lebih Lezat

Tidak sulit bila Ibu ingin membuat kue sus yang lezat, karena Ibu hanya perlu mempelajari beberapa trik berikut ini agar kue sus buatan ibu menjadi lebih lezat.
Nasi Goreng Lezat untuk Si Kecil

Nasi Goreng Lezat untuk Si Kecil

Sekarang, Ibu tidak perlu bingung saat membuat nasi goreng untuk si buah hati. Trik-trik cerdas ala Blue Band berikut ini menjadikan Ibu makin ahli membuat nasi goreng lezat kesukaan si Kecil.
Tips Dasar Membuat Kue Kering untuk Pemula

Tips Dasar Membuat Kue Kering untuk Pemula

Cara membuat kue kering sebenarnya tidak sesulit yang Anda bayangkan. Sebagai pemula, Anda bisa mencoba ketiga resep kue praktis ini untuk menambah pengalaman.
A
A
A
Timer
00
Jam
:
00
Menit
:
00
Detik
Mulai
Reset